Handout dapat
dikembangkan untuk beragam alasan, tetapi alasan yang paling utama adalah
melengkapi kekurangan yang ditemukan dalam bahan ajar (baik dalam bentuk
tercetak maupun non cetak). Melalui handout diharapkan pembelajaran dapat
berjalan dengan lancar.
Dalam proses
pembelajaran, handout dapat digunakan untuk tujuan berikut:
a) Bahan
rujukan. Handout berisi materi (baik baru maupun pedalaman) yang penting untuk
diketahui dan dikuasai peserta didik. Keuntungan lain adalah materi handout
relatif baru sehingga peserta didik dapat diekspose dengan isu mutakhir. Di
samping itu, komunikasi antara peserta didik dan fasilitator dapat dikembangkan
melalui handout.
b) Pemberi
motivasi. Melalui handout, fasilitator dapat menyelipkan pesan-pesan sebagai
motivator.
c) Pengingat.
Materi dalam handout dapat digunakan sebagai pengingat yang dapat dimanfaatkan peserta
didik untuk mempelajari materi sesuai urutan yang dianjurkan dan juga membantu
peserta didik untuk melakukan kegiatan yang diminta.
d) Memberi
umpan balik. Umpan balik dapat diberikan dalam bentuk handout dan tidak
berhenti hanya pemberian umpan balik tetapi dapat pula diikuti dengan
langkah-langkah berikutnya.
e) Menilai
hasil belajar. Tes yang diberikan dalam handout dapat dijadikan alat mekanisme
untuk mengukur pencapaian hasil belajar.
f) Penggunaan
handout dalam proses pembelajaran ini akan lebih bermanfaat jika dibarengi
dengan penggunaan cara dan media lain yang saling mendukung. Untuk mendapatkan
hasil pembelajaran yang optimal diperlukan pemilihan pemanfaatan media belajar
yang terintegrasi.